Hello readers I'm back..
Udah lama bgt rasanya ga nulis di blog ini. Dan akhir tahun rasanya adalah waktu yang paling tepat untuk menulis semuanya. Banyak hal yang sudah terjadi di tahun ini, banyak suka dan dukanya. Rasanya semuanya fluktuatif, apalagi setelah ditinggal pergi orang tua gw. Awalanya sedih, kesepian, dan ga tau harus kemana. Sampai pada akhirnya perjalanan kehidupan gw membuat gw bertemu seorang pria..ups..gw ralat, gw lebih suka memanggil dia seorang pria. Kita mengawali itu di awal tahun dan mudah mudahan akan slalu untuk selamanya. Bersama dia, rasanya gw kuat menghadapi semuanya.
Kadang rasa kesepian muncul, tapi lama kelamaan gw bersahabat dengan kesepian itu sendiri, berat awalnya tapi lama kelamaan semuanya jadi terbiasa. Gw harus bisa hidup dan meraih cita cita gw, meski tanpa Papa dan Mama. Walaupun sebagian dari diri gw menolak keadaan ini, tapi gw yakin ALLAH punya rencana indah buat gw, DIA percaya kalo gw bisa melewati ujian ini, dan DIA juga yakin kalau gw bisa menangkap hikmah disetiap kejadian.
Di penghujung tahun ini, gw juga mau flash back, berapa orang yg udah gw sakitin dengan sengaja atau tidak sengaja, berapa kesempatan yg gw lewatkan, dan berapa banyak waktu yang gw sia siakan. Sepertinya resolusi cuma sebagai pelengkap dari tahun baru itu sendiri. Ia hanya mencakup kata dan makna, bukan tindakan. Kayanya banyak banget yang harus gw perbaiki di hidup gw. Dan gw ragu, apa bisa gw memperbaiki itu?
Gw pesimis apa bisa ya..
Saat ini gw lagi di Monas,mencoba merayakan tahun baru dengan lebih down to earth. Animo masayarakat sudah menjadikan tempat ini lautan manusia setiap tahun baru. Gw yakin setiap orang disini punya resolusi ditahun baru ini. Dan gw juga yakin cuma beberapa orang yang konsisten dengan resolusinya. Resolusi yang mungkin menjadi salah satu tujuan hidupnya, yang akan merubah hidupnya.
Walaupun pesimis, tapi gw berharap gw bisa jadi salah satu oreng yg konsisten dengan resolusinya.
Hm..Ini bukan Catatan perlawanan, Melawan atau digunakan untu melawan. Ini hanya catatan, Diary, atau tulisan dari seorang perempuan biasa.
Sabtu, 31 Desember 2011
Kamis, 13 Januari 2011
When you realize that you can't live without him.....
Banyak orang berkata, " aku suka dia, karena tampan" atau yang paling banyak kita dengar, " aku suka dia karena dia baik", atau mungkin pernah dengar yg lebih ironis " aku suka dia karena kaya". Hal sering kita dengar bukan? Entah berapa banyak orang yang berkata demikian.
Terlalu absurd buat ku. Karena aku tidak butuh alasan untuk menyukai seseorang. Ketika kita mulai menyukai seseorang, kita ga akan pernah ngelihat bentuk luar dan dalamnya. Yang kita lihat cuma kenyamanan hati dan perasaan kita saat ada didekat dia, walaupun sebenarnya dia jauh dari apa yang kita harapkan untuk menjadi pasangan kita.
Tapi bukan berarti hal tersebut bisa kita bilang "blind". No, it doesn't like that. It's more realistic than something we called blind. Kita mungkin tak bisa membedakannya, hampir sama tapi hasil akhirnya yang kita lihat.
Sama halnya ketika kita menyukai "pria yg salah".
Walaupun mungkin dia tidak akan pernah menerimaku, karena perbedaan orientasi. No, it doesn't matter. Yang terpenting sudah ada perasaan cinta dihati kita, itu yang harus kita syukuri.
Aku cuma ingin merubahnya menjadi pribadi yg lebih baik. Menjadikan hidupku lebih bermanfaat baginya. Walaupun pada akhirnya aku harus tersingkir dihidupnya atau pergi darinya, itu sudah resiko. Setidaknya aku sudah mencoba.
Mencoba untuk tidak membohongi perasaanku sendiri, mencoba mengungkapkan, dan mencoba menjadi seseorang yang berarti buat dia. Anggap saja ini usaha dan sebagian dari ikhtiarku. Kalaupun pada akhirnya dia bukan untukku, aku yakin, Allah punya rencana indah yang DIA siapkan untukku.
Hanya tinggal menunggu waktunya.
Aku akui, kadang putus asa. Ketika apa yang sudah aku perjuangkan harus kembali lagi dari awal hanya karena keberadan dan pertanyaan bodoh dari orang-orang disekitarku. Atau ketika dia mulai mengingat masa lalunya yang kelam. Hufftt....Ingin rasanya pergi jauh, meninggalkan dia. Tapi selalu gagal, justru di awal saat aku mencoba. Yang aku sadari pada akhirnya ,dan harus aku akui, I Can't Live Without Him. That's sound suck for me, but that's the truth.
Slalu ada hikmah dibalik semua peristiwa.
Satu hal yang aku pelajari dari semua ini , hidup terlalu singkat bila hanya digunakan untuk menerima yang ada. Gunakan waktu-waktu itu untuk mengejar apa yang kamu inginkan. Untuk melakukan sesuatu yang berguna dan bemanfaat bagi manusia lainnya, serta untuk tahu makna hidup yang sebenarnya. Karena itulah aku Ga akan menyerah, aku ga akan ragu, untuk membawa dia ke jalan yang lebih baik.
Terlalu absurd buat ku. Karena aku tidak butuh alasan untuk menyukai seseorang. Ketika kita mulai menyukai seseorang, kita ga akan pernah ngelihat bentuk luar dan dalamnya. Yang kita lihat cuma kenyamanan hati dan perasaan kita saat ada didekat dia, walaupun sebenarnya dia jauh dari apa yang kita harapkan untuk menjadi pasangan kita.
Tapi bukan berarti hal tersebut bisa kita bilang "blind". No, it doesn't like that. It's more realistic than something we called blind. Kita mungkin tak bisa membedakannya, hampir sama tapi hasil akhirnya yang kita lihat.
Sama halnya ketika kita menyukai "pria yg salah".
Walaupun mungkin dia tidak akan pernah menerimaku, karena perbedaan orientasi. No, it doesn't matter. Yang terpenting sudah ada perasaan cinta dihati kita, itu yang harus kita syukuri.
Aku cuma ingin merubahnya menjadi pribadi yg lebih baik. Menjadikan hidupku lebih bermanfaat baginya. Walaupun pada akhirnya aku harus tersingkir dihidupnya atau pergi darinya, itu sudah resiko. Setidaknya aku sudah mencoba.
Mencoba untuk tidak membohongi perasaanku sendiri, mencoba mengungkapkan, dan mencoba menjadi seseorang yang berarti buat dia. Anggap saja ini usaha dan sebagian dari ikhtiarku. Kalaupun pada akhirnya dia bukan untukku, aku yakin, Allah punya rencana indah yang DIA siapkan untukku.
Hanya tinggal menunggu waktunya.
Aku akui, kadang putus asa. Ketika apa yang sudah aku perjuangkan harus kembali lagi dari awal hanya karena keberadan dan pertanyaan bodoh dari orang-orang disekitarku. Atau ketika dia mulai mengingat masa lalunya yang kelam. Hufftt....Ingin rasanya pergi jauh, meninggalkan dia. Tapi selalu gagal, justru di awal saat aku mencoba. Yang aku sadari pada akhirnya ,dan harus aku akui, I Can't Live Without Him. That's sound suck for me, but that's the truth.
Slalu ada hikmah dibalik semua peristiwa.
Satu hal yang aku pelajari dari semua ini , hidup terlalu singkat bila hanya digunakan untuk menerima yang ada. Gunakan waktu-waktu itu untuk mengejar apa yang kamu inginkan. Untuk melakukan sesuatu yang berguna dan bemanfaat bagi manusia lainnya, serta untuk tahu makna hidup yang sebenarnya. Karena itulah aku Ga akan menyerah, aku ga akan ragu, untuk membawa dia ke jalan yang lebih baik.
Sabtu, 06 Februari 2010
The Journey to Find My real Happyness
Kata orang kebahagiaan ga usah kita cari, karena sebenernya itu ada di hati kita. Tapi buat gw masih harus dicari, karena gw belum tahu seperti apa bentuknya. Dulu gw kira bahagia itu berarti hidup bersama orang yang kita cintai, tapi saat ini gw ngerasa..ternyata dalam suatu hubungan ga cuma butuh cinta aja. Kita butuh hal lain. Walaupum terkadang, emang ada beberapa hal yang cuma 'cinta' yang bisa ngelakuin. Tapi ternyata kebahagiaan bukan cuma sekedar cinta.
Gw juga sempet mengira kebahagiaan sama dengan uang. Tapi ternyata gw salah besar. Kebahagiaan ga sama dengan uang. Dengan uang lo bisa beli rumah, tapi ga bisa beli "RUMAH". Dengan uang lo bisa bayar dokter, tapi ga bisa membeli "sehat". Banyak hal yang bisa kita beli dengan uang tapi, kita ga bisa membeli, makna dalam hidup. Bener juga kata temen gw. Dulu dia bilang "Uang memang no 1 di dunia, tapi dia bukan segalanya".
Akhirnya gw baru ngerti kata-kata dia.
Saat ini, gw masih mencari. Gw ga tahu apakah kebahagiaan itu adalah "suatu hal yang kita inginkan atau cuma sebuah hal yang membuat kita senang yang ada di hidup kita?"
Hal ini yang terus ada dikepala gw. Sahabat gw bilang, kebahagiaan itu ada ketika kita bisa hidup dengan orang yang kita cintai...Tapi, apa iya? kita sudah cukup bahagia?
Gw juga sempet mengira kebahagiaan sama dengan uang. Tapi ternyata gw salah besar. Kebahagiaan ga sama dengan uang. Dengan uang lo bisa beli rumah, tapi ga bisa beli "RUMAH". Dengan uang lo bisa bayar dokter, tapi ga bisa membeli "sehat". Banyak hal yang bisa kita beli dengan uang tapi, kita ga bisa membeli, makna dalam hidup. Bener juga kata temen gw. Dulu dia bilang "Uang memang no 1 di dunia, tapi dia bukan segalanya".
Akhirnya gw baru ngerti kata-kata dia.
Saat ini, gw masih mencari. Gw ga tahu apakah kebahagiaan itu adalah "suatu hal yang kita inginkan atau cuma sebuah hal yang membuat kita senang yang ada di hidup kita?"
Hal ini yang terus ada dikepala gw. Sahabat gw bilang, kebahagiaan itu ada ketika kita bisa hidup dengan orang yang kita cintai...Tapi, apa iya? kita sudah cukup bahagia?
Minggu, 29 November 2009
Untitled
Setiap manusia punya keinginan tapi itu semua mengerucut pada satu hal " Kebahagaian".
Kebahagiaan bisa datang dalam berbagai bentuk, dan dia belum tentu datang saat kita mengharapkannya. Kata orang, kebahagiaan yang sesungguhnya ada di hati kita. Sebenernya gw ga ngerti dengan kata-kata ini. Kalo emang ada di hati kita, tapi kenapa kita ga bahagia? kenapa kita susah untuk mencari kebahagiaan? padahal itu ada didekat kita. Ada lagi yang bilang, kebahagiaan itu dibentuk oleh pikiran kita sendiri, selama kita bersyukur atas anugerah Tuhan.
Bukannya gw ga bersyukur. Gw sangat besyukur untuk semua anugerah Tuhan buat Gw, tapi tetap aja pikiran kita juga dibentuk oleh kebahagiaan yang selalu kita cari. Dan hal itu terjadi tanpa kita sadari.
Itu yang masih gw cari saat ini. Gw ga mau kerja dengan gaji besar, tapi gw ga suka dengan profesi itu. Gw ga mau tinggal dirumah beasar kalo ternyata itu bukan "rumah" yang bikin gw damai.
Gw cuma pengen " Bahagia". Dan, gw belum tahu bentuk kebahagiaan seperti apa yang inginkan.
Umur gw 24 Tahu, gw udah kerja sebagai customer service di perusahaan swasta. Gaji gw cukup untuk menghidupi semua kebutuhan gw. Gw juga punya keluarga da n orang-orang disekitar gw yang mencintai gw apa adanya. Tapi gw belum tahu hal apa yang bisa buat gw bahagia.
Dan gw masih harus mencari....
Kebahagiaan bisa datang dalam berbagai bentuk, dan dia belum tentu datang saat kita mengharapkannya. Kata orang, kebahagiaan yang sesungguhnya ada di hati kita. Sebenernya gw ga ngerti dengan kata-kata ini. Kalo emang ada di hati kita, tapi kenapa kita ga bahagia? kenapa kita susah untuk mencari kebahagiaan? padahal itu ada didekat kita. Ada lagi yang bilang, kebahagiaan itu dibentuk oleh pikiran kita sendiri, selama kita bersyukur atas anugerah Tuhan.
Bukannya gw ga bersyukur. Gw sangat besyukur untuk semua anugerah Tuhan buat Gw, tapi tetap aja pikiran kita juga dibentuk oleh kebahagiaan yang selalu kita cari. Dan hal itu terjadi tanpa kita sadari.
Itu yang masih gw cari saat ini. Gw ga mau kerja dengan gaji besar, tapi gw ga suka dengan profesi itu. Gw ga mau tinggal dirumah beasar kalo ternyata itu bukan "rumah" yang bikin gw damai.
Gw cuma pengen " Bahagia". Dan, gw belum tahu bentuk kebahagiaan seperti apa yang inginkan.
Umur gw 24 Tahu, gw udah kerja sebagai customer service di perusahaan swasta. Gaji gw cukup untuk menghidupi semua kebutuhan gw. Gw juga punya keluarga da n orang-orang disekitar gw yang mencintai gw apa adanya. Tapi gw belum tahu hal apa yang bisa buat gw bahagia.
Dan gw masih harus mencari....
Rabu, 23 September 2009
IDUL FITRI Kali ini...
Dear all,
Wah... akhirnya ada kesempatan juga menulis blog lagi. Hampir beberapa bulan ini saya absent menulis. Rupanya kesibukan kerja dan aktifitas yang lain sudah sangat menyita waktu saya hingga saya melupakan hobby saya yang satu ini. Beruntung, moment idul fitri ini tiba memberi saya kerinduan untuk menulis blog lagi. (Lebay banget yah...)
Oya sebelumnya saya ucapkan "Selamat Idul Fitri" 1 Syawal 1430 H. Minal Adzin Wal Fa Idzin, Mohon maaf lahir batin.
Ada hikmah dibalik semua peristiwa, seperti juga idul fitri kali ini banyak membawa hikmah bagi saya. Berawal dari sebuah perjalanan mudik ke tanah kelahiran saya ("Kuningan Town", sebuah kota kecil di kaki gunung ciremai nan indah, asri dan dingin tentunya), baru saya sadari ternyata banyak orang rela melakukan apapun asalkan bisa mudik, dan bertemu dengan keluarga. Berdesak-desakan di Bus, berdiri di Kereta, menumpang Truck hingga mudik dengan Sepeda motor yang dalam hemat saya sangat berisiko. Yah..asal bisa mudik dan bertemu keluarga.
Sebagai salah satu dari partisipan mudik, saya juga paham betul arti mudik menjelang hari raya akhir-akhir ini. Dulu saya tidak terlalu dekat dengan Ibu atau adik saya. Saya lebih suka bertualang dan mengelana sendiri dibanding harus berkumpul dengan keluarga. Tapi entah kenapa melihat semangat dari pemudik yang lain ada perasaan rindu di hati saya untuk memeluk Ibunda dirumah dan bercanda dengan adik sematawayang saya.
Yah setidaknya lebaran kali ini membawa hikmah bagi saya. Ia membantu menyadarkan saya tentang betapa berharganya arti keluarga. Apalagi saya hanya punya Ibunda dan adik sematawayang saya sebagai keluarga utama.
Sudah lama rasanya saya tidak sedekat ini dengan keluarga dan kerabat saya.
Dan, saat ini saya sedang berpikir betapa beruntungnya saya memiliki mereka.....
Wah... akhirnya ada kesempatan juga menulis blog lagi. Hampir beberapa bulan ini saya absent menulis. Rupanya kesibukan kerja dan aktifitas yang lain sudah sangat menyita waktu saya hingga saya melupakan hobby saya yang satu ini. Beruntung, moment idul fitri ini tiba memberi saya kerinduan untuk menulis blog lagi. (Lebay banget yah...)
Oya sebelumnya saya ucapkan "Selamat Idul Fitri" 1 Syawal 1430 H. Minal Adzin Wal Fa Idzin, Mohon maaf lahir batin.
Ada hikmah dibalik semua peristiwa, seperti juga idul fitri kali ini banyak membawa hikmah bagi saya. Berawal dari sebuah perjalanan mudik ke tanah kelahiran saya ("Kuningan Town", sebuah kota kecil di kaki gunung ciremai nan indah, asri dan dingin tentunya), baru saya sadari ternyata banyak orang rela melakukan apapun asalkan bisa mudik, dan bertemu dengan keluarga. Berdesak-desakan di Bus, berdiri di Kereta, menumpang Truck hingga mudik dengan Sepeda motor yang dalam hemat saya sangat berisiko. Yah..asal bisa mudik dan bertemu keluarga.
Sebagai salah satu dari partisipan mudik, saya juga paham betul arti mudik menjelang hari raya akhir-akhir ini. Dulu saya tidak terlalu dekat dengan Ibu atau adik saya. Saya lebih suka bertualang dan mengelana sendiri dibanding harus berkumpul dengan keluarga. Tapi entah kenapa melihat semangat dari pemudik yang lain ada perasaan rindu di hati saya untuk memeluk Ibunda dirumah dan bercanda dengan adik sematawayang saya.
Yah setidaknya lebaran kali ini membawa hikmah bagi saya. Ia membantu menyadarkan saya tentang betapa berharganya arti keluarga. Apalagi saya hanya punya Ibunda dan adik sematawayang saya sebagai keluarga utama.
Sudah lama rasanya saya tidak sedekat ini dengan keluarga dan kerabat saya.
Dan, saat ini saya sedang berpikir betapa beruntungnya saya memiliki mereka.....
Senin, 17 Agustus 2009
Perjalanan "Chapter 1"
Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
andai engkau tak duduk disampingku kawan..
Lagu Ebbit G Ade, bener2 menyentuh sewaktu saya nyanyikan lagi. Entah kenapa sejak perjumpaan saya dengan seorang Perempuan, yang berprofesi sebagai Guru tersebut membuat saya kembali merenungi tujuan hidup saya dan semua yang telah saya lakukan dalam hidup. Perjumpaan sesaat yang mungkin (Insya Allah Amin) akan merubah jalan hidup, gaya hidup bahkan pemikiran saya.
Saya bertemu beliau dalam sebuah bis patas AC tujuan Cirebon. Beliau memperkenalkan dirinya sebagai Bu Nani seorang Guru disalah satu SMA Negeri di Cirebon.
Bahan yang kami obrolkan pun cukup ringan sebenarnya hanya masalah pendidikan dan keluarga. Tapi, pertemuan dan obrolan yang sejenak itu benar-benar mengena di hati saya. Ada beberapa Hal yang beliau ajarkan pada saya diantaranya :
Tidak meninggalkan Shalat, Mencintai Ibu, Membiasakan diri untuk shalat Tahajud dan...yang terakhir ini sangat menarik, perhatian saya ..yaitu..Menghadapi kematian dengan cara yang indah. Banyak cerita yang mengalir dari beliau. Seperti ketika beliau bercerita tentang 7 orang anaknya. Ada kebanggaan tersendiri dimatanya ketika beliau becerita hal tersebut. Bagaiman anak-anaknya tumbuh dan berhasil, bagaimana perjuangan beliau ketika membesarkan tujuh anaknya, juga ketika beliau bercerita tentang perjodohan yang dilakukan orangtuanya. Awalnya beliau menolak keras tapi akhirnya terpaksa menyetujui. Tapi ternyata dari situlah semuanya berubah, ketika beliau selalu mendapat kemurahan dan rahmat dari Allah.
" Allah itu maha Pemurah, asalkan kita meminta pada Allah, Allah pasti mengabulkan. DIA maha tahu apa yang terbaik bagi kita."
Penggalan kata yang acap kali saya dengar, tapi entah kenapa terdengar berbeda ketika diucapkan oleh beliau.
Banyak memang nasehat - nasehat dari para sahabat, keluarga bahkan penceramah di masjid sekalipun yang mencoba menanamkan nilai-nilai tersebut. Tapi, cara Bu Neni menjelaskan sangat berbeda, tidak menggurui, tidak membosankan dan begitu hangat.
Aneh rasanya ketika kita sadar, orang asing yang beru saja kita kenal atau bahkan kita tidak akan pernah bertemu lagi dengan orang tersebut namun dia bisa menjadi orang yang merubah pola pikir kita.
Perjumpaan sejenak, obrolan sejenak, tapi dengan petuah selamanya. Mungkin itu kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkan pertemuan kami.
Allah selalu punya rencana dalam hidup kita, Kalaupun rencana itu tak sesuai dengan harapan kita, DIA pasti punya rencana lain yang lebih indah.
Mudah-mudahan kita selalu ada dalam rencana indahNYA..
Amin..
andai engkau tak duduk disampingku kawan..
Lagu Ebbit G Ade, bener2 menyentuh sewaktu saya nyanyikan lagi. Entah kenapa sejak perjumpaan saya dengan seorang Perempuan, yang berprofesi sebagai Guru tersebut membuat saya kembali merenungi tujuan hidup saya dan semua yang telah saya lakukan dalam hidup. Perjumpaan sesaat yang mungkin (Insya Allah Amin) akan merubah jalan hidup, gaya hidup bahkan pemikiran saya.
Saya bertemu beliau dalam sebuah bis patas AC tujuan Cirebon. Beliau memperkenalkan dirinya sebagai Bu Nani seorang Guru disalah satu SMA Negeri di Cirebon.
Bahan yang kami obrolkan pun cukup ringan sebenarnya hanya masalah pendidikan dan keluarga. Tapi, pertemuan dan obrolan yang sejenak itu benar-benar mengena di hati saya. Ada beberapa Hal yang beliau ajarkan pada saya diantaranya :
Tidak meninggalkan Shalat, Mencintai Ibu, Membiasakan diri untuk shalat Tahajud dan...yang terakhir ini sangat menarik, perhatian saya ..yaitu..Menghadapi kematian dengan cara yang indah. Banyak cerita yang mengalir dari beliau. Seperti ketika beliau bercerita tentang 7 orang anaknya. Ada kebanggaan tersendiri dimatanya ketika beliau becerita hal tersebut. Bagaiman anak-anaknya tumbuh dan berhasil, bagaimana perjuangan beliau ketika membesarkan tujuh anaknya, juga ketika beliau bercerita tentang perjodohan yang dilakukan orangtuanya. Awalnya beliau menolak keras tapi akhirnya terpaksa menyetujui. Tapi ternyata dari situlah semuanya berubah, ketika beliau selalu mendapat kemurahan dan rahmat dari Allah.
" Allah itu maha Pemurah, asalkan kita meminta pada Allah, Allah pasti mengabulkan. DIA maha tahu apa yang terbaik bagi kita."
Penggalan kata yang acap kali saya dengar, tapi entah kenapa terdengar berbeda ketika diucapkan oleh beliau.
Banyak memang nasehat - nasehat dari para sahabat, keluarga bahkan penceramah di masjid sekalipun yang mencoba menanamkan nilai-nilai tersebut. Tapi, cara Bu Neni menjelaskan sangat berbeda, tidak menggurui, tidak membosankan dan begitu hangat.
Aneh rasanya ketika kita sadar, orang asing yang beru saja kita kenal atau bahkan kita tidak akan pernah bertemu lagi dengan orang tersebut namun dia bisa menjadi orang yang merubah pola pikir kita.
Perjumpaan sejenak, obrolan sejenak, tapi dengan petuah selamanya. Mungkin itu kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkan pertemuan kami.
Allah selalu punya rencana dalam hidup kita, Kalaupun rencana itu tak sesuai dengan harapan kita, DIA pasti punya rencana lain yang lebih indah.
Mudah-mudahan kita selalu ada dalam rencana indahNYA..
Amin..
Jumat, 12 Juni 2009
Kerja Under Pressure...Phufff...Resign Or ...?? (SStt...Cara menghadaip atasan pendikte)
Untuk Anda para pekerja, pasti tidak asing dengan kata-kata ini. Bagi beberapa orang mungkin bisa diartikan kerja mengejar target dan date line. Tapi dalam hemat saya (dan sesuai yang saya alami) under pressure berarti "kerja yang selalu didikte oleh bos, selalu diawasi, serta kerja lebih dari jam kerja yang ditetapkan depnaker dimana tambahan jam tidak dihitung lembur.
Untu hal yang saya sebut terakhir, sejujurnya saya bukan orang yang terlalu memikirkan "fee". Saya memilih untuk mengutamakan lingkungan kerja saya dan apakah saya mencintai pekerjaan tersebut atau tidak. Tapi kalau saya pikir jauh lebih dalam saya rasa hal yang saya dan teman-teman saya alami sungguh tidak manusiawi. Beruntung, saya belum berkeluarga. Tapi bagi teman-teman saya yang sebagian besar sudah berkeluarga hal ini pasti akan jadi masalah. Selain melelahkan, kehilangan waktu bersama keluarga, pastinya apa yang diadapat tidak sebanding dengan apa yang dikeluarkan.
Hal ini sempat saya diskusikan dengan teman-teman kantor. Dan, akhirnya kami sepakat untuk bicara pada "Bos" secara terbuka untuk mendapat solusi terbaik dari masalah ini.
Awalnya Bos menanggapi baik hal ini, tapi hari-hari berikutnya hampir tidak ada perubahan yang berarti.
Dari sini, teman-teman kantor saya akhirnya memilih untuk diam dan hanya bisa bergosip dibelakang. Mereka lelah karena toh..pada akhirnya ending ceritanya akan sama.
Mereka boleh lelah tapi tidak dengan saya. Saya memang tipe pemberontak, tapi saya memiliki cara yang berbeda untuk menghadapi masalah ini.
Sedikit info, posisi saya sebagai satu-satunya cust. service menjadikan posisi saya terlampau penting di perusahaan. Saya belum menyadarinya sampai suatu hari dimana saya lelah dan memilih untuk "Diam". Tapi "Diam" yang saya maksud disini bukan hanya "diam" biasa. Intinya adalah melakukan apa yang mereka pinta tanpa memberi saran ataupun tanggapan. Cukup perlihatkan senyum kecil yang terpaksa ketika mereka mulai mendikte kita, dan mulai menyalahkan sesuatau yang sebenernya bukan kesalahan kita.
He..3x dan hasilnya..saat ini saya selalu diperhatikan atasan. Baik kesehatan saya, kondisi finansial, keluarga, bahkan penampilan saya yang kadang tidak modis (BOS saya seorang perempuan).
Anda mau coba pengalaman saya...
Silahkan, yang pasti hal ini lebih gampang daripada berkata "tidak " pada atasan. Karena pastinya seorang atasan tidak mau mendengar kata ini dari para karyawannya.
Yah...Sebagai karyawan anda pasti tahu rule of the game dan undang-undangnya :
" Hanya ada dua pasal untuk Si BOS: "
Pasal I : BOS selalu benar
Pasal II : Bila BOS salah kembali ke pasal I.
Untu hal yang saya sebut terakhir, sejujurnya saya bukan orang yang terlalu memikirkan "fee". Saya memilih untuk mengutamakan lingkungan kerja saya dan apakah saya mencintai pekerjaan tersebut atau tidak. Tapi kalau saya pikir jauh lebih dalam saya rasa hal yang saya dan teman-teman saya alami sungguh tidak manusiawi. Beruntung, saya belum berkeluarga. Tapi bagi teman-teman saya yang sebagian besar sudah berkeluarga hal ini pasti akan jadi masalah. Selain melelahkan, kehilangan waktu bersama keluarga, pastinya apa yang diadapat tidak sebanding dengan apa yang dikeluarkan.
Hal ini sempat saya diskusikan dengan teman-teman kantor. Dan, akhirnya kami sepakat untuk bicara pada "Bos" secara terbuka untuk mendapat solusi terbaik dari masalah ini.
Awalnya Bos menanggapi baik hal ini, tapi hari-hari berikutnya hampir tidak ada perubahan yang berarti.
Dari sini, teman-teman kantor saya akhirnya memilih untuk diam dan hanya bisa bergosip dibelakang. Mereka lelah karena toh..pada akhirnya ending ceritanya akan sama.
Mereka boleh lelah tapi tidak dengan saya. Saya memang tipe pemberontak, tapi saya memiliki cara yang berbeda untuk menghadapi masalah ini.
Sedikit info, posisi saya sebagai satu-satunya cust. service menjadikan posisi saya terlampau penting di perusahaan. Saya belum menyadarinya sampai suatu hari dimana saya lelah dan memilih untuk "Diam". Tapi "Diam" yang saya maksud disini bukan hanya "diam" biasa. Intinya adalah melakukan apa yang mereka pinta tanpa memberi saran ataupun tanggapan. Cukup perlihatkan senyum kecil yang terpaksa ketika mereka mulai mendikte kita, dan mulai menyalahkan sesuatau yang sebenernya bukan kesalahan kita.
He..3x dan hasilnya..saat ini saya selalu diperhatikan atasan. Baik kesehatan saya, kondisi finansial, keluarga, bahkan penampilan saya yang kadang tidak modis (BOS saya seorang perempuan).
Anda mau coba pengalaman saya...
Silahkan, yang pasti hal ini lebih gampang daripada berkata "tidak " pada atasan. Karena pastinya seorang atasan tidak mau mendengar kata ini dari para karyawannya.
Yah...Sebagai karyawan anda pasti tahu rule of the game dan undang-undangnya :
" Hanya ada dua pasal untuk Si BOS: "
Pasal I : BOS selalu benar
Pasal II : Bila BOS salah kembali ke pasal I.
Langganan:
Postingan (Atom)